Kanker Rahim (Ovarium)

Kanker rahim (Ovarium) mendapat julukan The Silent Lady Killer, karena menjadi penyebab kematian tertinggi wanita. Biasanya kanker ini baru bisa dideteksi setelah memasuki stadium lanjut.

Gejala kanker rahim tidak spesifik. Studi terbaru menunjukkan bahwa penderita kanker rahim biasanya mengalami gejala berikut ini secara menetap:

  • Tekanan abdomen (merasa penuh, bengkak atau kembung) karena terdapat penggumpalan cairan dalam perut. Kondisi ini memberi rasa sakit di perut dan terjadi pendarahan cukup banyak ketika menstruasi.
  • Perasaan ingin buang air kecil terus menerus.

Gejala lainnya meliputi:

  • Gangguan pencernaan yang menetap (gas atau mual).
  • Perubahan kebiasaan BAB tanpa alasan jelas, seperti sembelit.
  • Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang.
  • Rasa sakit selama hubungan intim (dispareunia).
  • Lemas & letih lesu yang berkelanjutan.
  • Sakit pada daerah sekitar pinggang/panggul.
  • Perubahan dalam siklus menstruasi.

Wanita yang beresiko terkena kanker indung telur biasanya berhubungan dengan kanker payudara.

Meski faktor keturunan berperan dalam terjadinya kanker ovarium, wanita yang tidak memiliki riwayat keturunan juga dapat terkena penyakit kanker ini.

Kanker ini dapat menyerang wanita usia muda hingga tua. Wanita yang beresiko menderita kanker ovarium biasanya wanita yang mengalami kesulitan memiliki anak, wanita yang tidak memiliki anak dan wanita yang mendapat pemicu ovulasi (terapi hormon).

Posted in ciri ciri kanker rahim, gejala kanker rahim, kanker rahim, obat kanker rahim, penyakit kanker rahim, penyebab kanker rahim | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Leher Rahim Serviks

Penyakit kanker leher rahim serviks merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi pada wanita di Indonesia. Salah satu hal yang menjadi penyebab dari penyakit kanker leher rahim serviks ini adalah mengakibatkan banyak korban wanita Indonesia yang kurang memahami informasi. Kanker serviks perlu adanya pencegahan yang dilakukan, pendeteksian dini dan juga jika ditemukan pada tahap yang awal diharapkan bisa menyembuhkan masalah ini secara maksimal. Dan dengan demikian bisa dikatakan juga bahwa kematian yang biasanya terjadi pada wanita karea penyakit kanker leher rahim serviks ini adalah salah satu kematian yang sia-sia.

Lalu apa yang dimaksud dengan penyakit kanker leher rahim serviks? Penyakit kanker leher rahim serviks adalah penyakit kanke yang tumbuh dari sel-sel serviks, kanker serviks ini bisa berasal dlari sel-sel yang terdapat pada leher rahim namun juga bisa muncul dan tumbuh dari sel-sel yang berada pada mulut rahim atau juga keduanya. Faktor dari penyebab penyakit kanker leher rahim serviks ini adalah selain dari hubungan seksual yang dilakukan pada usia dini, melahirkan anak dengan suai dini, dan juga melakukan hubungan seksual dengan banyaka pasangan, termasuk juga pemajanan dari HPV, infeksi HIV, penyebab merokok dan juga pemajanan dari dietilstilbestrol (DES0 in utero. Infeksi servikal kronis ini nampaknya memainkan peranan yang signifikan dalam penyakit kanker leher rahim serviks.

Penyakit kanker leher rahim serviks ini memang biasanya terjadi pada wanita dengan usia yang reproduktif. Namun pada usia decade lima, enam dan tujuh juga bisa saja terjadi.

Beberapa langkah untuk melakukan pencegahan pada penyakit kanker leher rahim serviks berikut ini adalah :

  1. Menghindari hubungan seksual yang dilakukan pada usia terlalu muda.
  2. Setia pada pasangan, jangan berganti-ganti pasangan
  3. Menjaga kebersihan dari alat kelamin Anda dan juga pasangan
  4. Untuk wanita yang berhubungan seksual dansudah melahirkan anak sebaiknya melakukan papsmear yang dilakukan setahun sekali
  5. Jangan merokok, jangan mengonsumsi minuman yang beralkohol
  6. Mengonsumsi makanan yang kaya akan gizi dan juga nutrisi yang seimbang.
Posted in penyakit kanker rahim | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Rahim Atau Kanker Serviks

Kanker rahim atau kanker serviks penyebab atau etilogi dari penyakit ini belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, kondisi ini berhubungan dengajn pengeluaran hormon dari kelenjar pituari. Beberapa faktor epidemiologis yang berhubungan dengan penyakit adalah infertilitas, pembengkakan payudara abnormal, kanker payudara, multiparitas, wanita bujangan dan faktor lingkungan. Sekitar 70-80% tumor indung telur adalah tumor pada jraigan epitel. Tumor yang paling umum dari kanker indung telur adalah kistadenokarsinoma serasa. Terhitung kurang lebih separuh dari semua keganasan yang terdapat pada indung telur adalah karena virus tersebut. Pertumbuhan penyakit tumor memberikan tanda dan gejala yang meliputi rasa nyeri perut atau perut terasa penuh asistes, pendarahan rahim abnormal, teraba massa, dan adanya keluhan saat melakukan buang air kecil. Gejala kelukaan pencernaan bisa terjadi walaupun jarang.

Pengobatan penyakit kanker rahim atau kanker serviks dengan terapu radiasi secara umum sangat diperhatikan, tetapi pada stadium IV, radiasi ini tidak banyak membantu, sebab metasfase yang terjadi sudah berada diluar jangkauan radiasi. Biasanya kemoterapi menjadi pengobatan pilihan. Penyakit kanker rahim atau kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada bagian serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kea rah rahim yang terletak diantara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Di negera kita, kanker serviks adalah kanker pembunuh paling ganas saat ini.

Gejala penyakit kanker rahim atau kanker serviks adalah :

  1. Terjadi pendarahan dari vagina setelah melakukan hubungan seksual atau diantara masa mestruasi.
  2. Nafsu makan berkurang dan berat badan turun.
  3. Daerah tulang panggul, tulang belakang dan kaki terasa nyeri.
  4. Bagian kaki bengkak
  5. Feses ikut keluar menyerta urine yang keluar lewat vagina.
  6. Kadang-kadang ada yang mengalami patah tulang panggul.

Pengobatan pada penyakit kanker rahim atau kanker serviks adalah :

  1. Anda bisa melakukan pemanasan, diathermy, atau penyinaran dengan laser.
  2. Lakukan cone biopsy untuk memeriksa apakah ada sel-sel yang mengalami perubahan. Caranya, dokter ahli kandungan akan mengambil sedikit sel-sel leher rahim untuk diperiksa.
  3. Operasi untuk mengambil bagian yang terserang kanker, biasanya pada bagian rahim bersama dengan leher rahimnya.
  4. Lakukan radioterapi dengan sinar-X secara internal maupun eksternal.

Untuk melakukan pencegahan dini kanker serviks, Anda tentu harus mengetahui dulu berbagai informasi mengenaik kesehatan alat reproduksi. Jangan malu untuk bertanya kepada ahlinya, daripada menyesal dikemudian hari. Anda bisa mengikuti seminar atau diskusi mengenai kesehatan reproduksi bersama ahlinya.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan pelatihan dan perawatan dengan cara vaksin dan skrining. Vaksinasi untuk mencegah kanker serviks ini bisa dilakukan oleh perempuan usia remaha maupun dewasa. Untuk skrining, bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu IFA (Internal Visual with Acidity Acid atau pencukaan) dan Pap smear (pemeriksaann sel dari mulut rahim yang dilakukan dibawah mikroskop).

Posted in kanker rahim | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Serviks Kanker Leher Rahim

Kanker serviks kanker leher rahim terjadi jika sel-sel serviks menjadi abnormal dan membelah secara tidak terkendali. Etiologinya meliputi virus human papilloma dan sel mukosa serviks yang teracuni nikotin dan sperma. Gejalanya meliputi pendarahan post-menopause, perut bagian bawah terasa berat, vagina terasa kering, nafsu makan berkurang, berat badan trun, lelah, nyeri panggul, punggung, tungkai, dan keluar feses dari vagina. Faktor resikonya meliputi merokok, hubungan seks pertama pada usia dini, berganti-ganti pasangan seks. Infeksi herpes  dan klamidia menahun, gangguan kekebalan, serta pemakaian pil KB> 5 tahun. Diagnosis ditegakkan melalui pap Smear (sitologi minimal 1 tahun sekali), kolonoskopi, biopsy, servikografi, dan pemeriksaan visual. Untuk mengetahui dan mendeteksi dini adanya kelainan pada organ reproduksi waniita, dilakukan pemeriksaan.

Dalam 4 dekade terakhir, kejadian dan kematian akibat kanker serviks kanker leher rahim menurun kurang lebih 70%. Keberhasilan ini antara lain terjadi karena program penapisan (dengan uji pap).  Apabila penyakit par-kanker dysplasia diobati sedini mungkin, angka penyumbuhan akan mencapai 80-95%.

Skrining pada penyakit kanker serviks kanker leher rahim meliputi :

Uji pap. Pemeriksaan uji pap (pap smear) adalah pengamatan sel-sel yang dieksofiliasi  dari genetalian wanita. Uji pap smear telah terbukti dapat menurunkan kejadian kanker rahim serviks yang ditemukan stadium pra kanker, ceoplasia, intraepitel serviks (NIS). Meskipun dalam situasi baik, skrining (penapisan) merupakan proses yang sulit, sangat berpotensi terjadei kesalahan, seperti tiak terdeteksinnya penyakit atau kesalahan melaporkan individu yang sehat. Kesalahan pada uji pap smear sering terjadu karena ketidaksempurnaan pengumpulan sediaan. Tujuan uji pap adalah menemukan sel abnormal atau sel yang dapat berkembang menjadi penyakit kanker termasuk suatu uji penapisan diuktu dengan sensitivitas (kelompok wanita dengan uji positif dianara yang sakit) dan spesivitas (kelompok wanita dengan uji negative diantara yang tidak sakit). Pada umumnya, ketepatan diagnostic sitologi berkisar lebih dari 90% jika dibandingkan denganpemeriksaan histopatologi. Hal ini terjadi, terutama pada lesi yang lebih berat, yaitu pada dysplasia keras atau karsinoma in situ. Kesalahan yang sering terjadi adalah sebagai berikut  :

  1. Sediaan apus terlalu tipis, hanya mengandung sangat sedikit sel.
  2. Sediaan apus terlampau tebal dan tidak dioleskan merata, sel beetumpik sehingga menyulitkan pemeriksaan
  3. Sediaan apus telah kering sebelum difiksasi.
  4. Cairan fiksasi tidak memakai alkohol 95%

Skrining (penapisan) tidak diperlukan lagi bagi wanita pasca histerektomi untuk penyakit jinak, uji pap smear sebelumnya negative, kanker serviks diangkat seluruhnya. Saat pengambilan uji pap smear, sediaan sebaiknya diambil sesudah haid karena akan menimbulkan kesulitan dalam interpretasi. Pada peradangan berat, pengambilan sediaan ditunda sampai pengobatan selesai. Pasien dilarang pengobatan melalui vagina 48 jam sebelum pengambilan sediaan. Pada menopause, dapat terjadi perubahan seluler karena atrofi sehingga diperlukan pemberian estrogen sebelumnya.

Posted in kanker rahim | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Leher Rahim

Semenjak diketahui bahwa Kanker leher rahim adalah penyakit yang bisa dicegah (pereventable disease), usaha-usaha  untuk mencegah kanker ini perlu mendapat prioritas. Cara mencegah penyakit kanker leher rahim  adalah dengan beberapa cara dibawah ini ;

Pap smear, sederhana namun bermakna
Pap smear atau PAP’s test berasal dari nama penemunya yaitu dokter Goerge N Papanicolau. Pap’s Smear adalah suatu test hasil usapaun mulut rahim guna mendeteksi berbagai penyakit pada rahim wanita, khususnya kanker rahim.

Manfaat dari Pap’s smear dalam mencegah penyakit kanker leher rahim adalah untuk mengetahui adanya radang pada rahim, serta ada tidaknya tanda-tanda keganasan (kanker) pada rahim. Selain itu, dengan melakukan Pap’s test akan diketahui penyebab radang baik oleh parasit, bakteri, maupun jamur. Pap’s test juga digunakan untuk menentukan pola penanganan dan pengobatan penyakit tersebut.
Kuntungannya adalah beberapa  kelebihan Pap’s test dibandingkan test-test diagnostic lainnya adalah (1) kemudahan dalam pelaksanaannya (tidak harus dilakukan oleh dokter), (2) murah dan terjangkau biayanya, serta (3) waktu yang diperlukan hanya sekitar 5 menit ssaha. Caranya yaitu dengan membuat usapan (smear) pada permukaan mulut rahim lalu dioleskan pada kaca. Hasil ini diperiksa dengan menggunakan mikroskopis dilaboratorium oleh Dokter Ahli  Patologi.

Kanker-Rahim1

Test pap smear dalam menangani masalah penyakit kanker leher rahim dapat mendeteksi adanya sel abnormal sebelum berkembang menjadi les prakanker atau kanker leher rahim sedini mungkin,terutama pada wanita dengan aktivitas seksual yang aktif maupun yang telah divaksinasi. Pada dasarnya test pap smear ini mengambil seidaan dari epitel permukaan (sel pada permukaan atau dinding) leher rahim yang mengelupas atau eksfoliasi dimana epitel permukaan leher rahim selalu mengalam regenerasi dan digantikan oleh lapsan epitel dibawahnya. Epitel yang eksfoliasi ini merupakan gambaran keadaan epitl jaringan dibawahnya juga. Kemudian, sediaan ini diwarnai secara khusus dan dilihat dibawah mikroskop untuk diinterpretasi lebih lanjut untuk dibedakan derajat lesi kankernya. Tes ini memiliki tingkat sensitivitas 905 apabila dilakukan setiap tahun, 87% jika dilakukan setiap dua tahun, 78% setiap tiga tahun, dan 68% jika dilakukan setiap lima tahun sekali.

Mengapa kanker leher rahim bbisa dicegah? Tidak seperti kanker yang lain, kanker leher rahim atau kanker serviks dapat dicegah karena ;

  1. Memiliki masa preonvasif ( sebelum menjadi keganasa) yang lama
  2. Pemeriksaan sitologi (sel) untuk mendeteksi dini kanker serviks sudah tersedia
  3. Terapi bibit keganasan (lsi preinvasif) cukup efektif.

Faktor penyebab dari penyakit kanker leher rahim adalah :

  1. Hubungan seksual pertama kali pada usia muda
  2. Banyak melahirkan
  3. Penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu lama (10 tahun)
  4. Faktor gizi
  5. Penyakit seksual lain
Posted in kanker rahim | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Rahim Dan Penyebabnya

Kanker rahim  adalah penyakit yang banyak diderita kaum wanita. Kemunculan penyakit mematikan ini dikarenakan sel-sel epitel pada dinding rahim berkembang tidak normal. Seperti penyakit kanker lainnya, penyebab kanker rahim pun belum diketahui secara pasti. Namun menurut penelitian kanker rahim disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV).

Virus HPV ini hidup ditempat lembab, persisnya didalam cairan vagina yang diidap oleh penderita keputihan. Maka jika keputihan tidak segera membaik, virus HPV bisa menyeabkan kanker rahim. Biasanya keadaan ini ditandai dengan banyaknya cairan keputihan yang disertai bau tidak sedap dan pendarahan yang keluar dari vagina. Tapi adakalanya, kanker rahim tidak menunjukkan gejala-gejala seperti itu.

Aktivitas seksual dibawah usia 17 tahun dapat pula merangsang tumbuhnya sel kanker . Karena pada rentang usia 12-17 tahun itu, perubahan sel dalam mulut rahim sedang sangat aktif. Ketika sel sedang membelah secara aktif, seharusnya tidak terjadi kontak atau rangsangan seksual dari luar, serta masuknya benda asing (penis atau sel sperma) ke dalam tubuh perempuan. Karena hal ini akan mengakibatkan perkembangan sel ke arah abnormal. Terlebih kalau terjadi luka yang mengakibatkan infeksi dalam rahim.

Sel abnormal mulut rahim dapat menyerang alat kandungan perempuan yang berawal dari mulut rahim hingga menyebar ke vagina. Sel abnormal itupun bisa menyebar ke organ lain dalam tubuh, misal : uterus, ovarium, tuba fallopi, ginjal, paru-paru, liver, tulang, dan otak. Jika telah mencapai stadium lanjut dan menyebar ke tubuh lain, kanker rahim dapat menyebabkan kematian.

Selain itu, kanker rahim bisa disebabkanm oleh nikotin yang terdapat dalam darah. Karena asap rokok yang masuk ke dalam tubuh akan segera merasuk ke dalam darah hingga menyebar ke seluruh tubuh dan bagian-bagiannya, misal : mulut dan selaput leher rahim.

Belakangan berkembang isu, bahwa kanker rahim disebabkan oleh hubungan intim pada saat wanita sedang menstruasi. Namun menurut para ahli bahwa kanker rahim  tidak bisa dikaitkan dengan hubungan seksual yang dilakukan pada saat wanita sedang mestruasi. Dus, kanker rahim cenderung disebabkan oleh virus HPV. Sedangkan hubungan seksual yang dilakukan pada saat wanita menstruasi hanyalah sebuah hubungan yang tidak higienis.

Posted in penyakit kanker rahim, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Rahim Serviks

Kanker rahim adalah kanker yang berasal dari badan rahim. Sementara itu kanker serviks tumbuh dari leher rahim atau serviks. Gejala kedua jenis kanker ini mirip, yaitu pendarahan. Pada kanker serviks pendarahan terjadi setelah berhubungan intim, atau setelah kanker mencapai stadium 3B. Sementara itu pada kanker rahim, pendarahan terjadi di luar siklus haid atau pasca menopause.

Mencakup banyak hal, faktor tersebut adalah obesitas, penggunaan jangka panjang estrogen dosis tinggi, menstruasi pertama pada usia terlalu dini, menopause yang lambat, riwayat ketidaksuburan, menstruasi tidak teratur, diabetes tipe 2 yang tidak bergantung insulin, hipertensi, merokok, asupan tinggi lemak hewani, kurang olahraga, dan konsumsi alkohol berat.

Karena itu melihat faktor resiko kanker rahim yang banyak terkait dengan gaya hidup, sebaiknya kita melakukan langkah pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat, apalagi jika sudah mengidap hipertensi dan diabetes.

Yang tak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan secara berkala terutama bagi mereka yang memiliki riwayat genetik pengidap kanker dari garis keturunan ibu. Pada stadium dini, kanker rahim bisa diobati tuntas melalui operasi. Meski demikian , jenis operasi tergantung usia pasien dan tingkat keparahan. Jika pasien masih muda, belum punya anak, resikonya masih terbatas di dinding rahim serta belum menyebar dan penyebabnya adalah faktor hormonal, maka diberikan terapi antihormonal. Jika usai pasien cukup dewasa dan memiliki cukup anak, kanker pada stadium awal diobati dengan pengangkatan rahim dan kedua indung telur. Pada usia lanjut, selain pembedahan, pengobatan bisa ditambayh radiasi dan pada kasus tertentu, kemoterapi.

Sama halnya dengan kanker lain, jika diketahui pada stadium awal, pengobatan kanker rahim bisa lebih maksimal dan diharapkan untuk sembuh lebih besar. Bahayanya adalah bila pasien datang pada stadium lanjut.

Gaung tentang kanker rahim kalah dari kanker serviks. Ini dikarenakan kanker serviks lebih banyak ditemukan pada perempuan Indonesia yang masih segan melakukan pemeriksaan apalagi jika tidak ada keluhan.

Untuk kanker rahim, keluhan berupa pendarahan terjadi stadium awal, sehingga pasien langsung memeriksakandiri. Karena itu, harapan kesembuhannya besar. Sebaliknya, pada kanker serviks pendarahan berarti sudah stadium lanjut, sehingga penyembuhan agak sulit.

Meski kanker rahim bisa lebih cepat ditemukan dan didiagnosis, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kanker rahim masih rendah. Itulah sebabnyasaat ini tampaknya masih belum perlu ada upaya yang dilakukan untuk menaggulangi kanker rahim.

Posted in penyakit kanker rahim | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis Benjolan di Ovarium

Ditemukannya suatu kantung tak biasa di ovarium bukan berarti Anda langsung divonis menderita kanker ovarium. Ada jenis kista di ovarium yang berkaitan dengan siklus menstruasi yang lebih dikenal dengan nama kista fungsional. Untuk memastikannya dapat dilihat dengan pemeriksaan USG. Pemeriksaan ini akan memperlihatkan kantung dengan ruangan tunggal yang berisi cairan. Namun umumnya kista ovarium fungsional akan menyusut dengan sendirinya dalam waktu 1-3 bulan. USG kembali untuk memastikan apakah ukuran kista mengecil atau bahkan lenyap sama sekali.

Ada lagi jenis kista abnormal pada ovarium. Jenis ini ada yang bersifat jinak dan ganas. Bersifat jinak bisa berupa spot dan benjolan yang tidak menyebar. Mesti jinak, kista ini dapat berubah menjadi ganas.

Kista ganas ini mengarah ke kanker, biasanya bersekat-sekat dan dinding sel tebal dan tidak teratur. Tidak seperti kista fungsional yang hanya berisi cairan, kista abnormal memperlihatkan campuran cairan dan jaringan solid yang bersifat ganas.

Adanya kanker pada daerah indung telur akan mengganggu kesuburan. Namun bila berupa kista, masih ada harapan wanita tersebut memiliki anak jika kistanya sudah dapat diatasi dengan baik.

Kanker yang sudah memasuki stadium lanjut, dapat menyerang organ-organ tubuh lainnya seperti usus (yang paling sering) dan paru-paru. Resiko kematian pun semakin besar.

STADIUM KANKER RAHIM

  • Stadium I. kanker terbatas pada satu atau kedua ovarium.
  • Stadium II. Kanker telah menyebar ke lokasi lain di panggul, seperti rahim atau saluran tuba.
  • Stadium III. Kanker telah menyebar ke selaput perut (peritoneum) atau ke kelenjar getah bening dalam perut.
  • Stadium IV. Kanker ovarium telah menyebar ke organ di luar perut.

Kunjungi dokter Anda jika Anda merasakan gejala perut bengkak, kembung, sakit pada perut/panggul yang terus-menerus selama lebih dari beberapa minggu. Jika dokter tidak menemukan diagnosa kanker rahim, pastikan Anda mendapat jawaban atas keluahan Anda tersebut.

Posted in ciri ciri kanker rahim, gejala kanker rahim, kanker rahim, obat kanker rahim, penyakit kanker rahim, penyebab kanker rahim | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment