Kanker Rahim Atau Kanker Serviks

Kanker rahim atau kanker serviks penyebab atau etilogi dari penyakit ini belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, kondisi ini berhubungan dengajn pengeluaran hormon dari kelenjar pituari. Beberapa faktor epidemiologis yang berhubungan dengan penyakit adalah infertilitas, pembengkakan payudara abnormal, kanker payudara, multiparitas, wanita bujangan dan faktor lingkungan. Sekitar 70-80% tumor indung telur adalah tumor pada jraigan epitel. Tumor yang paling umum dari kanker indung telur adalah kistadenokarsinoma serasa. Terhitung kurang lebih separuh dari semua keganasan yang terdapat pada indung telur adalah karena virus tersebut. Pertumbuhan penyakit tumor memberikan tanda dan gejala yang meliputi rasa nyeri perut atau perut terasa penuh asistes, pendarahan rahim abnormal, teraba massa, dan adanya keluhan saat melakukan buang air kecil. Gejala kelukaan pencernaan bisa terjadi walaupun jarang.

Pengobatan penyakit kanker rahim atau kanker serviks dengan terapu radiasi secara umum sangat diperhatikan, tetapi pada stadium IV, radiasi ini tidak banyak membantu, sebab metasfase yang terjadi sudah berada diluar jangkauan radiasi. Biasanya kemoterapi menjadi pengobatan pilihan. Penyakit kanker rahim atau kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada bagian serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kea rah rahim yang terletak diantara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Di negera kita, kanker serviks adalah kanker pembunuh paling ganas saat ini.

Gejala penyakit kanker rahim atau kanker serviks adalah :

  1. Terjadi pendarahan dari vagina setelah melakukan hubungan seksual atau diantara masa mestruasi.
  2. Nafsu makan berkurang dan berat badan turun.
  3. Daerah tulang panggul, tulang belakang dan kaki terasa nyeri.
  4. Bagian kaki bengkak
  5. Feses ikut keluar menyerta urine yang keluar lewat vagina.
  6. Kadang-kadang ada yang mengalami patah tulang panggul.

Pengobatan pada penyakit kanker rahim atau kanker serviks adalah :

  1. Anda bisa melakukan pemanasan, diathermy, atau penyinaran dengan laser.
  2. Lakukan cone biopsy untuk memeriksa apakah ada sel-sel yang mengalami perubahan. Caranya, dokter ahli kandungan akan mengambil sedikit sel-sel leher rahim untuk diperiksa.
  3. Operasi untuk mengambil bagian yang terserang kanker, biasanya pada bagian rahim bersama dengan leher rahimnya.
  4. Lakukan radioterapi dengan sinar-X secara internal maupun eksternal.

Untuk melakukan pencegahan dini kanker serviks, Anda tentu harus mengetahui dulu berbagai informasi mengenaik kesehatan alat reproduksi. Jangan malu untuk bertanya kepada ahlinya, daripada menyesal dikemudian hari. Anda bisa mengikuti seminar atau diskusi mengenai kesehatan reproduksi bersama ahlinya.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan pelatihan dan perawatan dengan cara vaksin dan skrining. Vaksinasi untuk mencegah kanker serviks ini bisa dilakukan oleh perempuan usia remaha maupun dewasa. Untuk skrining, bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu IFA (Internal Visual with Acidity Acid atau pencukaan) dan Pap smear (pemeriksaann sel dari mulut rahim yang dilakukan dibawah mikroskop).


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in kanker rahim and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.