Kanker Rahim Serviks

Kanker rahim adalah kanker yang berasal dari badan rahim. Sementara itu kanker serviks tumbuh dari leher rahim atau serviks. Gejala kedua jenis kanker ini mirip, yaitu pendarahan. Pada kanker serviks pendarahan terjadi setelah berhubungan intim, atau setelah kanker mencapai stadium 3B. Sementara itu pada kanker rahim, pendarahan terjadi di luar siklus haid atau pasca menopause.

Mencakup banyak hal, faktor tersebut adalah obesitas, penggunaan jangka panjang estrogen dosis tinggi, menstruasi pertama pada usia terlalu dini, menopause yang lambat, riwayat ketidaksuburan, menstruasi tidak teratur, diabetes tipe 2 yang tidak bergantung insulin, hipertensi, merokok, asupan tinggi lemak hewani, kurang olahraga, dan konsumsi alkohol berat.

Karena itu melihat faktor resiko kanker rahim yang banyak terkait dengan gaya hidup, sebaiknya kita melakukan langkah pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat, apalagi jika sudah mengidap hipertensi dan diabetes.

Yang tak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan secara berkala terutama bagi mereka yang memiliki riwayat genetik pengidap kanker dari garis keturunan ibu. Pada stadium dini, kanker rahim bisa diobati tuntas melalui operasi. Meski demikian , jenis operasi tergantung usia pasien dan tingkat keparahan. Jika pasien masih muda, belum punya anak, resikonya masih terbatas di dinding rahim serta belum menyebar dan penyebabnya adalah faktor hormonal, maka diberikan terapi antihormonal. Jika usai pasien cukup dewasa dan memiliki cukup anak, kanker pada stadium awal diobati dengan pengangkatan rahim dan kedua indung telur. Pada usia lanjut, selain pembedahan, pengobatan bisa ditambayh radiasi dan pada kasus tertentu, kemoterapi.

Sama halnya dengan kanker lain, jika diketahui pada stadium awal, pengobatan kanker rahim bisa lebih maksimal dan diharapkan untuk sembuh lebih besar. Bahayanya adalah bila pasien datang pada stadium lanjut.

Gaung tentang kanker rahim kalah dari kanker serviks. Ini dikarenakan kanker serviks lebih banyak ditemukan pada perempuan Indonesia yang masih segan melakukan pemeriksaan apalagi jika tidak ada keluhan.

Untuk kanker rahim, keluhan berupa pendarahan terjadi stadium awal, sehingga pasien langsung memeriksakandiri. Karena itu, harapan kesembuhannya besar. Sebaliknya, pada kanker serviks pendarahan berarti sudah stadium lanjut, sehingga penyembuhan agak sulit.

Meski kanker rahim bisa lebih cepat ditemukan dan didiagnosis, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kanker rahim masih rendah. Itulah sebabnyasaat ini tampaknya masih belum perlu ada upaya yang dilakukan untuk menaggulangi kanker rahim.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in penyakit kanker rahim and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>